METODE PENANAMAN PADI


1. PEMILIHAN BENIH PADI
  • Siapkan air, ember, garam, dan telur (1 butir).
  • Larutkan garam dengan air dalam ember, masuk telur dalam larutkan tersebut, bila telur masih tenggelam tambahkan garam lagi dan aduklah, jika telur sudah terapung berarti garam yang ditambahkan sudah cukup.
  • Masukkan benih dalam larutan garam tersebut dan aduklah, benih yang terampung diambil sedangkan benih yang tenggelam yang dipakai untuk pembibitan.
  • Bilas benih yang tenggelam dengan air bersih kemudian dimasukkan ke dalam karung/tong dalam keadaan basah sehari semalam untuk menjadi kecambah.
  • Tebarkan benih yang sudah diproses di atas pada lahan pembibitan, sebaiknya lakukan juga penyemprotan pada lahan tersebut sebelum benih ditebarkan.
  • Setelah bibit berumur 15-20 hari siap dipindahkan ke lahan persawahan.

2. CARA PENANAMAN PADI
  • Berikan pupuk BOKHASI 3-4 hari sebelum tanam pada lahan sawah yang sudah dibajak.
  • Pengambilan benih dari lahan pembibitan harus hati-hati, jangan terlalu kasar karena dapat mengakibatkan bibit stes.
  • Tancapkan bibit sebanyak 2 batang tiap satu titik tanam dengan jarak 30 cm. Dengan jarak 30 cm setiap tanaman dimaksudkan agar tanah mendapat sinar matahari yang cukup sehingga pupuk yang disebarkan ke lahan dapat terurai dan meresap ke dalam tanah dan juga memberikan ruang batang padi untuk dapat memperbanyak batangnya dalam satu rumpun.
  • Ingat, air jangan menggenang terlalu tinggi di atas tanah karena hal itu dapat mengurangi masuknya sinar matahari ke lapisan atas tanah sehingga penguraian pupuk BIOTRANS dan pembentukan zat hara tanah tidak dapat maksimal.

3. PEMAKAIAN BIOTRANS
  • Semprotkan larutan BIOTRANS secara merata pada lahan sawah (becek) 3 hari sebelum bibit padi ditanam dengan takaran 200 ml untuk satu tangki (sekitar 14 liter air). Untuk lahan sawah seluas 1 hektar diperlukan kira-kira 2,5 liter BIOTRANS. Penyemprotan ini berfungsi untuk untuk membunuh bakteri patogen dan pengganggu tanaman padi lainnya seperti keong dan gulma.
  • Penyemprotan kedua dilakukan pada tanaman padi setelah berumur sekitar 10 - 20 hari. Hal ini dilakukan untuk memperkuat pertumbuhan akar dan memperbanyak batang padi dalam satu rumpunnya.
  • Penyemprotan ketiga dilakukan saat tanaman padi berumur kira-kira 30 - 40 hari atau pada saat padi bunting. Hal ini dilakukan untuk mencegah hama yang akan menyerang tanaman padi. Pada saat ini juga diberikan pupuk susulan berupa GRANBIONIK.
  • Penyemprotan keempat dilakukan ketika masa padi katak/premordial (buah padi mulai menunduk) dengan masuk untuk menambah padat dan bobot isi padi.

4. PEMAKAIAN BIOTRANS UNTUK PENGOBATAN
  • Jika tanaman padi rusak/terserang hama cukup parah, kita gunakan cairan BIOTRANS dengan takaran 2 kali lipat, yaitu 4oo ml dicampurkan dengan air 14 liter (satu tangki).
  • Jarak penyemprotan untuk padi dalam kondisi seperti ini dianjurkan minimal 4 hari sekali atau maksimal 6 hari sekali.

BIOTRANS adalah pestisida organik plus pupuk yang memang bahan bakunya diambil dari alam murni, sehingga pemakaian dengan konsentrasi lebih tinggi atau penggunaan lebih banyak dari takaran akan semakin baik untuk tumbuhan dan lingkungan tanpa efek samping yang membahayakan.


CV. TRIDAYA GUNA
Klaten - Indonesia

Pemasaran :

Bambang Widiatmoko
Email : pupukbiotrans@yahoo.co.id
Hot Line :
0271 - 7990203
081 329 481 126



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar